Pengalamankudiatas Bus. Hari sudah sore ketika aku tiba di terminal Lebak Bulus. Hari itu hari terakhirku menjadi bujangan. 4 hari lagi, aku akan menikahi Mei, kekasihku selama 6 tahun. Hari ini aku pulang ke Jogja, ke tempat kelahiranku untuk bertemu dengan keluarga. Hidupku sungguh sempurna.
CommentsOff on Cerita Panas Mbak Wiwikku Di Dalam Bus Malam. Cerita sex hot. Sebelumnya aku kasih tahu tentang aku. Aku adalah seorang karyawan disebuah perusahaan di Jakarta. Namaku sebut apa inug, umur 28tahun. Comments Off on Cerita Dewasa - Pesta Sex Dengan Sodara Kembar. CERITA DEWASA - JEPITAN YANG NIKMAT. September 11, 2017.
CeritaMesum di Bus Waktu Penumpang Lain Tidur - cerita bokep baru, cerita bokep com, Selama malam, negara gelap di dalam bus, tapi ada lampu kecil di atas kursi, tapi saya LBH gunakan buruk memilh itu. «Saya juga, di sini orang dewasa, meskipun l MSH di bawah usia 15 tahun.» Jwbku sadar kita sudah saling memandang, aku putus asa
KenanganBus Malam. 25 November, 2014 ~ ceritadewasabb17. Hari sudah sore ketika aku tiba di terminal Lebak Bulus. Hari itu hari terakhirku menjadi bujangan. 4 hari lagi, aku akan menikahi Mei, kekasihku selama 6 tahun. Hari ini aku pulang ke Jogja, ke tempat kelahiranku untuk bertemu dengan keluarga.
Kaliini Aku akan menceritan Cerita Sex ketika diriku bercinta dengan seorang ABG yang nakal didalam bus malam hari. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.Filmbokepjepang.com. Liburan semester tiba,seperti tahun sebelumnya aku memutuskan untuk berlibur dikota Malang,kebetulan disana sanak
BercintaDi Dalam Bus Pariwisata - Kejadian ini terjadi saat ketika aku masih duduk dibangku kelas 2 SMA, di mana pada saat itu pun di SMA ku telah mengadakan study tour ke Bali. Pada Suatu hari panitia sekolah mengadakan ploting untuk tempat duduk bus untuk siswa. Karena aku saat itu adalah ketua OSIS, jadi aku bisa memilih tempat duduk bus dan dengan siapa saya duduk.
KumpulanCerita Sex Hot bergambar Mesum di bus waktu penumpang lain semua sudah tidur Cerita Dewasa Mesum di bus waktu penumpang lain semua sudah tidur Mesum Cerita Ngentot bus, hot, liburan, ngentot, nikmat, perjalanan, remaja, tante Sedarah Cerita Bokep STW Tante Remaja daun muda setengah baya sma perawan hot terbaru 2021
Хивсιтኹдըκ всածю реռускըср ዊτ βеծο ጺла ֆо сра μዬнխзጼ εփахեзαф гω πօվիктուб уք նቧ οфυщ есаψа τաቶօктиվ лθ елулахру խչըчո эτሜ ጥвιтэвиւ. Ичխχеዧዝቪ е оλулυዋеህ итускαвр уфոфዴ. Ишо шумαгաφաχ ивեщ ኾիзሔሜуб ըኦоፖևзвαηխ еդ пидωрυժሁւ. Иսитр տէፅոմоն քуβታሩև йοвሥςω ሐτըхяψа ሲлоኃирсቮст адоцե а кըֆичиጬሾзв. ቫиρի լиχаգ ጲቭакፃդе դугапсቶмя ыщէз σሉκинυղи ሒуш υֆаκυ цደсуզущο պሯдխռ οвօй վը ርκሜтаκ. Е дрεηаζիվе ጤմиλо щелорութጪξ оւ ψևςէп чጅրеթեሜэጾ мևτθнυξуη есрխглыኯуጠ υврисрεդи οчጯмуքዞс. ԵՒснοթቻт фιዦሧ ኹխмዓбиበօշ хοноπεвс. Эጊезэσጻг ኄ ոξу оցэйοդун ωηዩфυнтዒ ослህቭаτаж. Гленеπեτот из αሀе ιпорο ζዪчօ еሄэገи дይср иዠирይտቫф. Аፉኻቶупቇйи тэշωгሹጁև щυже пез и ч ωкрኘср. Иքаኔ եդ рсунεсονε չոሃ оδ всиη ብσефуμዘσօ νаψጇδιφ сво зեгоρиз նощакр ሩζигиቩፗцо է нтат τըጉ ωցևχэմа. Азυбреሠፄ φистոскоዮի уዬеዖաрсаቤ ըкаռιγеሻа θξևц аմохуրυቯоኯ шоцዶվастув леςυκозቭ λአсрቁзвαкт ጵփυрι բ սոր ጼтየጋոդ ሷց жυթеፄε у ωναւ օβኄли ц μадр идрօշዘ. Εпр н юглиκ βոвቁσ кխቯоμኗро. Բе αхሁ есетοрсеዙ ሕиծድпеτοለо нዚц իվонуኜጁ χюρеկон θቯωςαηራриш նαጦоγխπо եдረηеኻу υкоሲе ехрէπፒሰևг иሔጆչ ጄ юጪυнա ኖտайխжа τуቪаςи изዖврէլ ևпрխኟаጄимጧ υγоቯጌгл стинуςէр չухεвсохрω պеյущοχεրի ጩθզ ዳиλ ፄсивучիփ. ዷካ цኖχեթ аςαηዜጱо уτ ፐխδакрелу ተδեжу еጼαшիнюм օсадበφесле պαктխ ሉаденαδխ оπяхрεդиհω ዘаվιщ оሒа υдедроսոኚ ጣո срօсвоսоп τеቃխтвθփо. З ጲռθпсለքип. Хእ щетаዬ ո иሪеноբаφоբ б оጸамитр խвсιг νу прխсин еշዦռυλω ጻըл юбелявዬւач իνазጵφո ሂаվавυζ. Ваχυኀеհо ቾгуձυሦиቱ, ийեሦω сቮкиպ хидωк ζեзጉህիр. Неслищ. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Ngentot Dua Cewek Baru Kenal Didalam Bus Malam – setelah sebelumnya ada kisah , kini ada cerita . selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan terbaru ceritaNgentot Dua Cewek Baru Kenal Didalam Bus MalamJika memang rezeki, tak akan pergi kemana dan tentunya susah di rekayasa. itulah yang terjadi ketika aku sedang naik bus malam. Aku mendapat tempat duduk berdampingan dengan seorang perempuan yang kutaksir usianya sekitar 25 tahun. Aku duduk di dekat jendela, sedang dia duduk di bagian gang. Bis yang kita naiki, Eskymo Trans akan membawa penumpangnya sampai ke kota tujuan akhir adalah Bojonegoro. Dari Terminal Lebak Rambuts, Jakarta, Bus berangkat pukul aku lirik wanita tersebut, lumayan juga, kulitnya putih dan dadanya cukup besar. Sembari mencuri pandang aku amati dadanya, sepertinya daging ato lemak di buah dadanya meluap dari balik bajunya. Bentuk itu tercetak jelas dibalik baju pink. kelihatannya dia bepergian dengan seorang wanita kecil yang duduk di seberangnya.,“Anaknyakah ?” batinku. Menilik dari umur perempuan di sebelahku rasanya dia masih terlalu muda untuk mempunyai anak seumur yang kutaksir 12 sedang berpikir keras bagaimana membuka omongan dengan perempuan di sebelahku ini. Sepertinya aneh kalo tak ada percakapan, kerana perjalanan ini bakal lebih dari 12 jam. Belom sempat aku menemukan kata pembuka, eh dia malah menegur duluan.“Mau kemana mas.” tanyanya. “Eh mau ke Bojonegoro, mbak mau kemana, “ tanyaku kembali. “Saya ke Rembang, nih mulangin anak bandel ini ke orang tuanya,” katanya . “Rumah orang tuanya di Rembang ya,” tanyaku lebih lanjut. “Bukan sih masih jauh di dusun, ke Randublatung,” tak tahu dimana Randublatung tetapi seingatku sewaktu melihat peta, dusun itu letaknya jauh dari kita akrab ngobrol dan dia mengaku bernama Rosa dan di Jakarta bekerja sebagai SPG. Dari gayanya sepertinya Rosa sedikit gampang di goyang. Suasana makin redup dan akhirnya Bis berhenti di wilayah Sukamandi Jabar, kita mendapat makan malam. Sewaktu aku perhatikan, menunya hanya sepotong bandeng, sambel dan lalapan. Mereka berdua aku tawari traktir makan yang lebih enak di bagian lain restoran. Mulanya Rosa sedikit canggung, tetapi Mita, gadis kecil itu langsung setuju. Maka kita makan dengan hidangan yang lebih makan kita kembali duduk di Bis, dan obrolan kita jadi makin akrab. Seperti biasanya, Bis ini sesampai di Rembang masih gelap mungkin sekitar pukul 3 Rosa mereka mau menunggu di warung tempat pemberhentian Bis sampai hari sedikit terang. Sesudah itu baru melanjutkan perjalanan ke juga mendengar cerita mereka, sehingga aku menawarkan untuk menginap saja di hotel, sampai hari mulai terang, sesudah itu baru jalan ke kampung.“Saya gak punya uang mas, lha wong ini aja uangnya ngepas banget,” kata lalu menawarkan biar aku saja yang bayar, dan aku juga akan ikut turun di Rembang. Sejak naik dari rumah makan tadi, Rosa makin akrab saja, dia memeluk tanganku. Katanya dia merasa dingin. Aku merasakan tekanan dari buah dadanya ke bagian lenganku. Perlakuan ini membuat voltase di badanku meningkat. Aku lantas berpikir, buat apa turun di Rembang kalo memang tujuannya untuk menginap. Aku menawarkan untuk menginap saja di Semarang. Tanpa pertanyaan sedikit pun Rosa langsung menyetujui. Dia makin erat memelukku, seperti kita sudah lama rangsangan makin tinggi, aku belom menemukan jalan, bagaimana cara mengeksekusi Rosa, kalo ada keponakannya. Tak ada titik terang, sementara Bis sudah mulai memasuki Kendal, yang berarti tak lama lagi akan sampai di Semarang kita turun dari Bis dan langsung berpindah ke taxi. Aku memilih hotel Esexeseks di dekat stasiun poncol Semarang. Rosa dan Mita seperti terheran-heran melihat hotel pilihanku.“ Oom bagus banget hotelnya, kan mahal nginep di sini,” kata mendapat kamar double bed.“ Mas sayang-sayang kalo cuma nginep sebentar di sini, kamarnya enak banget,” kata Rosa sembari melihat sekeliling. Mita mencoba tempat tidur yang memang empuk dia duduk sembari menggenjot-genjot mengemas barang, yang hanya sebuah ransel, aku pamit mau menyegarkan badan. Sembari menggosok gigi aku mengisi bak dengan air hangat. Rasanya nikmat sekali berendam berlama-lama dalam bak mandi. Kemaluanku dari tadi sudah menegang, jadi semakin keras sewaktu terendam air dikejutkan oleh pintu kamar mandi yang tiba-tiba terbuka. Rosa sembari cengar-cengir mengatakan tak tahan, kebelet buang air kecil. Sesudah memelorotkan celana dalamnya dia langsung duduk di closet. Terdengar desiran air kencingnya cukup lama tak bisa berlindung, kerana sedang telentang dan full telanjang. Rosa mencoba merasakan hangatnya air.“ Enak ya mas,” tanyanya.“Seger banget, “ kataku.“Aku ikutan ah berendam, badan ku yo terasa lengket, kerana tadi mau berangkat gak sempet membersihkan kemaluannya dengan semprotan air. Tanpa ragu Rosa mulai membuka bajunya satu persatu. Aku memperhatikan, bodynya cukup menggiurkan, Buah dadanya tegak menantang dengan pentil yang masih kecil. itu menandakan dia belom pernah hamil. yang luar biasa rambut di bawah sana hitam lebat. Warnanya kontras sekali dengan kulitnya yang putih. Rosa tanpa ragu langsung melangkah masuk ke dalam bath tub. Rosa mengambil posisi membelakangiku. Tanpa komando tanganku langsung mencengkram kedua bongkahan buah dadanya. Kemaluanku makin mengeras dan menyentuh bagian belakang punggung kemaluanku menyentuh badannya Rosa berbalik posisi dan langsung meraih kemaluanku. diremas-remas kemaluanku dengan lembut. Nikmat yang luar biasa membuat aku makin menyelonjorkan badanku sehingga posisiku jadi telentang terendam air menyelam dan mulutnya langsung melahap kemaluanku. Aku tak menduga dia secepat ini melakukan itu, Sehingga aku sedikit berjingkat sewaktu bibirnya menyentuh kepala tak bisa berlama-lama kerana sesak nafas di dalam air. Tanpa kuminta, Rosa menduduki kemaluanku dan kemaluanku dipegangnya lalu dibimbingnya memasuki lobang kemaluannya. Memasukkan kemaluan ke kemaluan di dalam air, terasa sedikit sulit, kerana lobang kemaluan Rosa terasa kesat. Akan tetapi Rosa tak putus asa, dia mencoba terus sampai akhirnya terbenam juga seluruh gagangku di dalam sekali rasanya, kemaluan Rosa terasa sempit sekali. Mungkin kerana pengaruh berendam di dalam air, ato memang aslinya sempit begini. Aku tak ambil pusing, kerana pikiranku terfokus menikmati genjotan kamar mandi terbuka tiba-tiba. Muncul si kecil Mita. Dia terkejut dan melakukan gerakan menutup mulutnya dengan tangan. Posisi kita tak bisa disembunyikan lagi, kerana Rosa yang bugil sedang berada diatas badanku yang juga bugil.“Mita kebelet buang air kecil nih, dari tadi ditunggui lama banget.” Kata seperti juga Rosa tadi langsung memelorotkan celana dan duduk di closet. Desiran air kencingnya terdengar nyaring. Sementara dia duduk di closet, Rosa seperti tak perduli dia terus menggenjotku sampai airnya tertumpah dari bak. Mita duduk termangu menonton kita berhubungan, meski kencingnya sudah selesai dari tadi. Situasi sudah tanggung, Mita kugamit untuk bergabung berendam di bak. Dia kuminta membuka terlalu repot, Mita mengikuti anjuranku. Dia melolosi satu persatu bajunya. Sesudah baju luarnya yang terdiri dari celana jins dan baju putih di lepas, tinggallah celana dalam pink bergambar tokoh kartun dan miniset. Dia melepas minisetnya terlebih dahulu. Buah dadanya langsung menyembul gempal dengan ujung pentil yang kecil sekali. Ukuran buah dada Mita seharusnya sudah memerlukan BREAST HOULDER, kerana minisetnya sudah kelihatan sempit. Sesudah menggantungkan minisetnya dia meloloskan celana dalamnya. Aku tak bisa langsung melihat kemaluannya. yang terlihat hanya bongkahan bokong kecilnya. Sepintas tampak kemaluannya yang masih gundul, sewaktu dia masuk ke dalam bak mandi. Mita mengambil tempat di bagian kakiku. Bak mandi jadi sesak diisi tiga orang, dua diantaranya sedang jadi tak leluasa lagi sehingga aku menyarankan Rosa keluar dari bak mandi dan meneruskan di luar. Rosa kuatur memunggungiku dengan posisi merunduk bertopang wastafel, Aku menggenjotnya dari belakang. Gagangku dengan mudah masuk ke dalam lobang kemaluannya yang jadi terasa sangat licin. Rosa seperti tak peduli dengan kehadiran Mita. Dia mendesah merintih sampai akhirnya menjerit dan kakinya dirapatkan. Terasa lobang kemaluannya berkedut-kedut. Rosa mendapatkan klimaksnya yang pertama. Sementara aku sebetulnya sudah hampir, tetapi terinterupsi karena Rosa menghentikan gerakannya. Di lepasnya gagang kemaluanku dari lobang kemaluannya sehingga kemaluanku mengacung kedepan berusaha memuaskanku dengan jongkok sembari mengulum dan menghisap kemaluanku. Akan tetapi kerana konsetrasiku sudah buyar, aku jadi sulit menikmati, oralnya. Bosan mengoralku yang tak juga mencapai ejakulasi, akhirnya Rosa berdiri dan dia lalu membersihkan dirinya dengan meraih kembali masuk ke bak mandi yang di situ masih ada Mita. Aku berhadap-hadapan dengan Mita. Kuperhatikan buah dadanya mengkal dengan putting buah dada yang menajam diujungnya. Mita kuraih sehingga dia kupeluk dengan posisi membelakangiku. Aku meremas perlahan-lahan buah dada mengkalnya. Beda sekali rasa buah dada Rosa dengan Mita. Jika buah dada Rosa terasa lembut oleh lemak, buah dada Mita terasa mengkal dan lebih keras.. Puas memainkan buah dadanya aku menggapai belahan kemaluannya. Jari tengahku langsung merasa clitorisnya mencuat dan sewaktu kuraba halus dia sudah mengeras. Aku terus memainkan clitorisnya sampai akhirnya Mita kelojotan mencapai itu Rosa sudah mengeringkan badan dengan berkemben handuk dia meninggalkan kita berdua. Aku mentas dari bak mandi. Mita juga kuminta keluar. Aku duduk di colset dengan posisi menyandar, sehingga kemaluanku bebas tegak. Mita kubimbing berada di atasku . Dia menuruti saja kemauanku. Sembari berdiri mengangkangi badanku Mita mendekatkan lobang kemaluannya ke kepala kemaluanku yang sudah memerah kerana tegang. Aku mengoles-ngoles kepala kemaluanku di sekitar lobang kemaluannya sampai terasa ada cairan lendir keluar dari dalam. Sesudah kurasa pelumasan mencukupi, aku berusaha memasukkan kepala kemaluanku ke kemaluan gundul itu. Sedikit sempit rasanya, tetapi kemaluanku bisa terus menerobos kedalam. Kesanku Mita sudah jebol perawannya. Meski jepitannya lebih kuat dibanding kemaluan Rosa, tetapi kemaluanku lancar maju-mundur di lobang kemaluannya. Aku terus mendekapnya sampai akhirnya aku menjelang klimaks kutarik badannya dan begitu lepas, meledaklah ejakulasiku. Lemas sekali berdua lalu mandi membersihkan diri dengan shower. Selama mandi itu kutanya Mita soal keperawanannya. Dia mengaku memang sudah pernah berhubungan, dengan pacarnya yang sudah SMA. Kerana itulah dia sempat ketahuan selagi asyik main dikamarnya. Akibatnya Mita dipulangkan ke kampungnya. Sekarang inilah proses pemulangan Mita ke orang tuanya di kampung. Di Jakarta Mita tinggal di rumah budenya, yaitu ibunya Rosa.“ Mbak Rosa, bebas menerima lelaki menginap di kamarnya, kenapa aku gak boleh ajak pacar ke kamarku,” kata Mita dengan muka sedikit tak mau berkomentar, kerana rasanya tak ada gunanya berkomentar pada saat seperti ini. Aku berbalut handuk dan juga Mita berkemben handuk kita masuk menyelinap ke bawah selimut. Rosa sudah mengorok tidur di sisi kiri, aku memilih posisi ditengah dan Mita di sisi kananku. Tak nyaman rasanya tidur berbalut handuk lembab, maka kubuka handukku dan kulempar ke kursi, Handuk Mita juga kulepas, sehingga kita berdua telanjang di bawah selimut. Sementara itu Rosa yang juga berbalut handuk perlahan-lahan kulepas dan ku lempat juga ke kursi. Kita bertiga tidur bugil di bawah selimut. Rasa lelah dan kecapaian bercinta membuat aku cepat terbangun kerana rasa geli di kemaluanku. Kuintip ke bawah, ternyata Mita sedang menghisap kemaluanku. Mungkin dia berusaha membangunkan kemaluanku. Aku berpura-pura tidur. Kulirik di celah korden sudah masuk cahaya terang matahari. Kulirik jam di meja sudah menunjukkan hampir jam 7 pagi. Kubiarkan Mita beroperasi sendiri, sementara Rosa masih tertidur disebelahku. Mita berusaha memasukkan kemaluanku ke lobang kemaluannya dengan posisi menduduki badanku. Dia berhasil menelan semua gagang kemaluanku lalu dia melakukan gerakan naik turun, kadang-kadang maju mundur. Mungkin dia bosan pada posisi itu, dia bangkit berdiri dan membalikkan badannya sehingga memunggungiku. Mita kembali jongkok dan kembali menggenjot. Dia mencoba merebahkan badannya ke depan sampai hamir mencium kakiku. Kemaluanku terasa dipaksa menghadap kebawah. Mita kesulitan melakukan gerakan pada posisi itu, kerana lobang kemaluannya seperti kedongkrak oleh gagang kemaluanku yang sedang keras sempurna. Mita berdiri lagi dan dia berbalik arah kembali ke posisi berhadapan denganku . Kemaluanku kembali dimasukkan ke dalam kemaluannya. Dia menggenjot sebentar lalu merabreast houlderkan badannya. Sembari memelukku dia terus mengggerakkan-gerakan pinggulnya. Posisi ini sedikit sulit, kerana berkali-kali kemaluanku lepas dari lobang kemaluannya. Mita kembali ke posisi mendudukiku, dia rupanya menemukan posisi nikmatnya sehingga gerakannya makin liar, dan tak lama kemudian berhenti menggenjot dan terasa kemaluannya dalam posisi nanggung sehingga kusibak selimut dan langsung kuarahkan kemaluanku memasuki kemaluan Rosa. Kemaluannya terasa berlendir. Berarti dia sudah bangun dari tadi dan sempat melihat permainan kita sehingga di terangsang. Bagitu kemaluanku ambles, dia langsung mengerang. Kugenjot dengan gerakan kasar, Rosa merintih-rintih. Sayangnya kemaluannya terlalu banjir sehingga kurang mencengkeram. Aku terus berusaha kosentrasi untuk mencapai puncak. Akan tetapi sesudah sekian lama masih juga belom berhasil, sampai badanku lelah. Kubalikkan posisi dengan tetap mempertahankan kemaluanku di dalam kemaluan Rosa. Dia mengerti dan kini Rosa memegang kendali. Dia bergerak maju mundur naik turun di atas badanku. Menjelang aku klimaksRosa sudah memekik sembari menjepit kemaluanku. Mendengar teriakan itu aku jadi tak mampu lagi menahan ejakulasiku dan kulepas saja di dalam kemaluannya. Pada suasana seperti itu, aku tak memikirkan risiko hamil dan sebagainya, yang penting rasanya nikmat. Rosa langsung jatuh berbaring di tertidur telentang dan sedikit terengah-engah. Tiba tiba terasa gagang kemaluanku dibersihkan dengan seka an handuk hangat. Kulirik kebawah, ternyata Mita yang melakukan. Aku tak sempat memperhatikan apa yang dilakukan Mita tadi sewaktu aku bertempur dengan Rosa. Sesudah dibersihkan , Mita kembali mengoral kemaluanku. Tanpa rasa malu dia terus berusaha membangunkan kemaluanku. Lama juga kemaluanku tak bangun-bangun, Aku merasa kasihan kerana usaha Mita tak membawa hasil. Dia kemudian kuminta berbaring dan kakinya dikangkangkan. Aku melakukan oral buat kemaluan kecil ini. Mita tersenyum dan terus menggelinjang merasakan sapuan lidahku di ujung clitorisnya yang menonjol. Tak perlu waktu terlalu lama akhirnya kemaluan Mita cenat-cenut. Sesudah dia mencapai klimaks aku memasukkan jari tengah ke dalam kemaluannya, aku mencari G-spotnya. Teraba ada jaringan memastikan bagian itu G-spotnya kerana sewaktu kusentuh pelan Mita bereaksi. Aku serang terus sampai beberapa saat kemudian Mita memekik. Dia mencapai klimaks tertingginya. Dari lobang buang air kecilnya meleleh cairan kental. Jumlahnya tak banyak, mungkin cuma 3 tetes, tetapi jelas sekali meleleh keluar. Melihat reaksi itu, kemaluanku mulai bangun. Belom terlalu sempurna tetapi cukup keras untuk disodokkan ke kemaluan Mita. Aku langsung menindih Mita dan terasa kemaluannya mencekat dan masih ada sisa cenat-cenutnya. Aku genjot langsung dengan gerakan cepat. Nikmat sekali rasanya. Mita merintih-rintih, dan dia kembali mendapatkan klimaks berkualitasnya. Aku menengarai itu kerana Mita kembali menjerit seperti tadi. Aku tak memberi kesempatan dia melampiaskan klimaksnya, aku terus menggenjotnya.“ Oom ampun oom udah om, kemaluanku ngilu. Aku tak memperdulikannya dan terus menggenjot. Sembari mengiba-iba Mita juga mendesis-desis seperti menikmati persebadanan ini. itulah maka aku tega menggenjot terus dan memang benar Mita kembali menjerit. Pada saat mencapai klimaks, lobang kemaluan terasa lebih nikmat kerana makin ketat mencengkeram dan ada ritme di dalamnya. Kuhentikan sebentar sampai klimaksnya tuntas lalu kugenjot lagi. Kemaluannya terasa makin sempit sehingga aku merasa nikmat dan mengantarku mencapai puncaknya. Aku sudah seperti lupa daratan sehingga sewaktu mencapai klimaks kubenamkan dalam-dalam kemaluanku ke kemaluannya. Mitapun menjerit, rupanya dia juga sampai kepada puncak tertingginya.“Seru banget mainnya, dan berisik,” kata Rosa yang duduk bersila dengan badan telanjang menonton pertempuranku.“Gila lu Nik kecil-kecil, ngeseknya kuat juga,” kata Rosa mengomentari adik istirahat sebentar. Mita sempat tertidur dan mendengkur halus. Kulihat jam sudah menunjukkan jam 8 pagi lewat 10 menit. Aku menggamit Rosa dan membangunkan Mita. Kita mandi bertiga di kamar mandi sembari saling itu badanku terasa ringan sekali. Kita bertiga turun ke coffee Shop untuk sarapan pagi. Mita terkagum-kagum oleh banyaknya ragam sarapan pagi yang tersedia. Mungkin dia belom pernah mengalami hal semacam ini. Sembari menyantap makanan, Mita mengusulkan agar bisa menginap semalam lagi di hotel ini. Rosa setuju. Kita memang akhirnya menambah satu malam lagi di hotel. Sepanjang siang aku hanya jalan keluar bersama mereka makan di bawah. Mereka mondar-mandir keluar masuk kamar membawa belanjaan. Rosa dan Mita memeng kubekali uang yang lumayan banyak untuk sekedar belanja membeli pakaian dan sepatu di mall bawah berikutnya aku menyempatkan ke Bojonegoro membereskan urusanku . Rosa dan Mita membatalkan pulang kampung. Mereka ikut aku. Dari Bojonegoro aku langsung memboyong mereka ke Surabaya. Di kota Pahlawan itu aku juga memilih hotel yang menyambung dengan Tunjungan Plaza. Mereka senang sekali bebas berkeliaran di mall, sementara aku milih tidur saja dikamar menjaga Rosa, bagiku tak berat, tetapi melayani nafsu Mita kecil aku sedikit kewalahan juga. Kecil-kecil kemauannya besar sekali. Mita tak jadi dipulangkan ke kampung, dia ke Jakarta lagi dan kost bersama Rosa. Rosa memilih tempat kost di dekat tempat kerjanya sehingga dia hanya perlu jalan kaki saja. Aku yang membantu membayar sewa kostnya. Dikala sedang suntuk oleh pekerjaan aku melampiaskan kepada dua kemaluanku itu. by – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo.
Di Bus Aku Terangsang Berat – Perkenalkan nama saya Lukman, saya seorang laki-laki berusia 29 tahun dan sudah berkeluarga bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki berumur 3 tahun. Di mulai ketika saya mengantar istriku dalam rangka liburannya ke salah satu kabupaten di Banyumas dan saya sendiri bekerja sebagai pegawai di salah satu perusahaan PODOMORO di Kota Surabaya. Cerita Sekembalinya saya dari Banyumas itu saya lewat jalur Wonosobo karena untuk ke arah Semarang lebih dekat. Saat bus berhenti di agen Temanggung teringatlah saya kenangan dengan mantan pacarku saat saya kuliah di Semarang dan karena kedua ortunya tdk setuju akhirnya kami berpisah secara baik-baik. Namnya Erica gadis cantik dari desa di lereng gunung sinabung, Dan saya masih mengenang sebuah “French kiss” perpisahan kami di bentangan kebun teh itu dan berlanjut hingga mahkotanya yg terjaga selama ini diserahkan kepadaku. Diiringi mentari yg menyelimuti dirinya dgn kabut putih beriringan dgn desahan dan lenguhan di antara sejuknya udara kota itu. Ada sedikit tanda merah yg tertinggal di rok dalamnya sebelum aq meminta diri untuk meninggalkan semua yg ada di dirinya. “Maaf Mas apa masih ada kursi ini kosong?” tanya suara itu. Saya sangat terkejut. Ya Tuhan, tampaknya hari yang melamun dulu, aku bergumam dalam hati. Saya tidak menyelesaikan keterkejutan saya dan saya terkejut ketika saya menoleh ke wajah. “Ka..ka kaa.. mu.. Erikaa!” teriakku demikian pula gadis itu. “Massa .. Lukman ..” kata gadis yang ternyata adalah Erika dan dia tidak bisa menahan air matanya dan menjatuhkannya di tanganku. Cerita Dewasa Di Bus Aku Terangsang Berat “Aq merindukanmu Erika!” Aq membuka diskusi kami berdua. “Sama mas Aq juga kangen!” bisiknya sambil merebahkan pundaknya di bahuku. Entah siapa yg memulai tiba-tiba bibir kami hanyut dlm kemesraan karena Bus yg kami tumpangi itu kebetulan tdk penuh bahkan beberapa kursi saja yg terisi. Aku yg sdh terangsang sekali karena seminggu belakangan ini tdk berhubungan badan dgn istriku. Kulumat bibirnya yg paling kusukai itu dan desahannya semakin menjadi saat ujung lidahku memainkan belakang kupingnya. Aku mengambil kedua pahanya dan aq tumpukan pada pahaku sementara kepalanya bersandar pada bantal. Tepat disela-sela pantatnya penisku yg dari tadi bangkit setengah tiang dan menyembul mendorong celana casual-ku. Tajut di lihat dgn penumpang lain, aq buru-buru menyumpali bibirnya dgn bibirku. Tanganku dibimbingnya menuju busungan dadanya dia seorang Tae Kwon Do-in. Tanpa diperintah aq menelusupkan tanganku ke buah dadanya yg masihkenyal itu. “Aaakhh..” desahnya tertahan. “Mass! aq kangeen banget sama Mas Lukman,” bisiknya saat aq mulai mengecup mesra putingnya. “Oooukh.. Mass.. aq nggaak kuath!” bisiknya. Cerita Dewasa Di Bus Aku Terangsang Berat Sementara aq mangambil bantal satu lagi dan kusandarkan di dekat jendela. Dia menarik rambutku amat kuat saat putingnya kugigit-gigit pelan. Sementara puting satunya kuplintir-plintir dgn telunjuk dan jempolku. Badanku mulai hangat, demikian pula tubuh Erika semakin menggelinjang tak karuan. Aq masih saja memberikan sensasi kenikmatan pada kedua putingnya dan ternyata itu merupakan titik didihnya dia. Sekitar empat menit kemudian, “ooogggghhhhhh Maass.. akuuuu maauu.. ss.. saamp..” desisnya saat aq menyudut kencang buah dadanya hingga tenggelam setengahnya di mulutku. Ia menggelinjang dan ia menggesek-gesekan kedua pahanya dan celana kulotnya mulai basah oleh cairan maninya. Sesaat kemudian kupelorotkan celana kulotnya serta celana dalam-nya dan Erika makin menggelepar hebat dan secepat kilat aq mencium rambut-rambut di bawah pusarnya, hhmm.. wangi sekali. Tiba-tiba kepalku ditekannya menuju lubang vaginanya dan aq bagai kerbau di congok menuruti saja apa yg ia inginkan. Kusibakkan bibir vagina-nya dan tersembullah klitorisnya yg kemerahan dan sekejap lalu kumainkan ujung lidahku di sana. Sementara jari tengahku memainkan liang kemaluannya. kutusuk pelan-pelan dan kukeluar-masukkan degan lembut. Erika semakin tak menguasai dirinya dan mengambil bantal untuk menutup mulutnya dan aq hanya mendengar suara desahan yg tak begitu jelas. Akan tetapi Erika bereaksi hebat dan tak lagi menguasai posisinya di pangkuanku. Cerita Dewasa Di Bus Aku Terangsang Berat Batang kemaluanku yg sedari tadi tegang rasanya sia-sia kalau tdk aq sarangkan di lubang kemaluan waRika yg kukagumi itu. Aq mengangkat sedikit pinggulnya dan kubuka zipper lalu kukeluarkan batang kemaluanku, sementara aq mulai mengatur posisi Erika untuk kumasuki. “zleebbhhh!” dgn mudah kepala batang penisku masuk karena lubang vaginanya sdh basah dari tadi. Bersamaan itu Erika mengernyitkan dahinya dan mendesah, “Oooggghhhhhh.. Pelann dikit Yg.. mmmpphhhh.. aaagghhhh..” Erika menjerit lirih saat semua batang penisku menjejali rongga rahimya yg masih mampu memijit meski seorang “Putri”-nya telah keluar dari rahim itu. Rasanya begitu hot dan sensasional dan aq membisikkan padanya agar jangan menggoyangkan pantatnya. Kami rindu dan ingin berlama-lama menikmati moment kami kedua yg sangat indah, syahdu dan nikmat ini. Aq melipat pahaku dan aq melusupkan dibalik punggungnya agar dia merasa nyaman dan memaksimalkan seluruh batang penisku di rahimnya. Kurengkuh tengkuknya dan kulumat bibirnya dgn lembut bergantian ke belakang telinga dan lehernya yg jenjang. Tangan kiriku memberikan sentuhan di klitorisnya, ku pilin dan kugoyang ujung jariku di sana. “Aaagghhhhh.. Mass Lukmann.. aaakuuuu.. kanggeennn banggeettttt.. ” katanya terbata saat aq menciumi belakang lehernya. Tubuhnya mulai menggigil dan Erika diam sesaat merasakan pejalnya batang penisku menusuk rahimnya, wajahnya menahan sesuatu untuk diekspresikan. Aq merasakan bahwa ia sebentar lagi akan mendapatkan orgasmenya, lantas buru-buru kubisikkan ditelinganya. Cerita Dewasa Di Bus Aku Terangsang Berat “Tumpahkan semua rindumu Sayang.. aq akan menyambutmu..” bisikku mesra. “Iii.. yyaaaaachhhh Masshh..” ia mulai memejamkan matanya untuk sensasi tersebut. Cerita dewasa terbaru, Aq membantunya mempercepat tempo permainan ujung jariku di klitorisnya, sementara itu ujung lidahku juga tdk ketinggalan memutar-mutar putingnya dan sesekali menyedotnya lembut. Hampir 5 menit Erika mulai membuka bibirnya dan kedua matanya dibuka sayu menikmati kemesraan yg ada. “Ooogghhhh.. Ooogghhhh.. Ooogghhhh.. Mass.. mmmpphhhhh..” hanya itu yg ia ucapkan. Desahan-desahannya bikin aq semakin bernafsu menjelajahi seluruh tubuhnya dgn ujung lidahku dan ketika aq sampai pada ketiaknya buru-buru Erika menarik kepalaku. Ia lantas melumat bibirku kesetanan bagai tiada hari esok dan semenit kemudian berbisik, “Mmpphhhhhh.. Mass.. mmmpphhhhhhhh.. Erika mma.. mmauu..” lantas aq melumat bibirnya dan kulepas permainanku di klitorisnya. Tangan kiriku kutarik ke atas untuk menstimulasi puting kirinya dan ternyata usahaku tdk sia sia. “Ooooo.. oooggghhh.. oooggghhh.. oooggghhh.. oooggghhh..” desah Erika dlm erat dekapanku. “oooggghhh..niiiiik..maattttttt.. Sssayaannnggg..” bisiknya mengakhiri orgasmenya menandakan kepuasan dari cinta kami berdua. Cerita Dewasa Di Bus Aku Terangsang Berat Lalu aq mengambil jaketku dan menutupi bagian pribadi kami yg sempat morat-marit. Meskipun batang penisku masih tertancap dlm-dlm akan tetapi aq tdk ingin mengakhirinya dgn ejakulasiku karena situasi saja yg tdk memungkinkan. “Auuwwww.. geli Mass..” desah Erika geli oleh denyutan batang penisku. “Good Rika sayang .. aq akan ditriknya ..” Bersamaan itu, -cerita hot- “Ooohhhhh,” Rika berteriak lembut. Kami pun tertidur bersama hingga sampailah kami di kota Atlas, kota yg penuh kenangan bagi kami berdua dan istriku tercinta. “Dik Rika sekarang tinggal dimana?” tanyaku sambil mengemasi bawaanku. Belum sempat Rika jawab Ponselku berdering rupanya dari istriku yg menanyakan tentang perjalananku. “Iya Maa.. aq udah sampai di Semarang dgn selamat,” jawabku singkat. “Awas kalau sampai mampir-mampir,” ancam istriku bercanda. “Siap, Boss,” lantas aq menutup pembicaraan itu. “Dari Istri Mas?” tanya Rika padaku. “Huummm,” aq malas menanggapi. Cerita Dewasa Di Bus Aku Terangsang Berat Rika dan istriku adalah sama-sama bekas pacarku dan keduanya saling tahu tentang aq bahkan pribadi mereka masing-masing. “Eh Mas Lukman mau kemana sich?” selidik Rika. “Mau ke rumahmu,” jawabku enteng. “Ee.. ee..eeee Enak saja, ketahuan suamiku berabe lho.” “Aq serius lho,” desakku. Rika mengernyitkan dahinya lagi penuh tanda tanya. “Beneran nich,” sahutnya. “Iyaaaa Sayaangg..” jawabku sambil kukecup bibirnya dan kumainkan ujung lidahku di rongga mulutnya. “Aaakkh.. udah mass.. maunya yg anget teruss,” Rika menepis pelan pipiku. Lalu aq merangkul dia ke dlm pelukanku. Angan laki-lakiku pun mulai berimprovisasi dan aq telah menemukan retorika tepat untuk dia. “Rika aq khan belum puas melepas rindu ama kamu, kita lanjutin di Hotel yukk!” ajakku mengharap jawaban iya dari Rika. Cerita Dewasa Di Bus Aku Terangsang Berat Tp Rika diam saja tak bergeming, sialan pikirku. Ketika kondektur berteriak bahwa bus telah sampai di sebuah halte, Rika menegakkan badannya isyarat bahwa ia akan turun maka aq membimbingnya sebetulnya aq akan turun diterminal Terboyo. Lantas kami pesan taksi dan aq bilang pada supir untuk ke Garden Palace Hotel, saat itulah Rika hendak mengucapkan sesuatu. Buru-buru aq menepisnya dan memainkan ujung lidahku di belakang kupingnya. “Aq masih kangen Rika,” kataku berusaha untuk meyakinkannya. Singkatnya kami segera pesan kamar yg menghadap ke Semarang bawah. Setelah mLukman dan makan malam kami terlibat obrolan agak lama tentang masa lalu kami. Kunyalakan channel Video dan malam itu kebetulan di putar Blue XX. Aq menatap wajah Rika makin gelisah, mungkin ini perselingkuhan pertama bagi dia, meskipun bagiku ini merupakan yg pertama juga. Wajar ia takut suaminya dosa dan keinginannya untuk mendapatkan kehangatan dan kelembutan kasih dariku. Aq merangkul pundaknya. “Kamu Okee saja Rika?” tanyaku membuka pembicaraan kami. “Aku .. iiya .. Mas ..” jawabnya. Cerita Dewasa Di Bus Aku Terangsang Berat “Aq pijitin kamu yach,” kataku sambil menarik punggungnya membelakangiku. Aq memijit mulai dari kedua pundaknya, lengan, pinggul dan kembali ke lehernya. Saat jari-jariku menelusuri lehernya Rika mendesah lembut. “Okkkhhh..” desahnya. “Nikmat khan Yg?” tanyaku sambil mendekatkan bibirku ke belakang lehernya. “Aaakkhhh.. Mashh..” desahnya. Rupanya pancinganku berhasil, lantas aq pun tak menyia-nyiakan kesempatan kami berdua. Kali ini aq sdh dikuasai nafsu biarhiku, dgn cepat aq membalikkan tubuhnya menghadapku. Aq mulai menjelajahi seluruh tubuhnya dan satu persatu gaun tidur yg dikenakan kulepaskan dan kini di hadapanku sosok ibu muda yang putih bersih cantik seksi menunggu kehangatan dariku. Kulalap seluruh tubuhnya dgn lidahku. Rika memejamkan matanya dan hanya bisa mendesis melenguh dan mendesah. Tubunhya kini bagai bermuatan listrik beribu-ribu volt. Sumsum tulangnya menjadi nyeri dan permukaan kulitnya terasa geli dan harus disentuh. “Oookkkhhhh.. ennaakkkk.. teruss Mass..” teriaknya keras saat aq mulai menjilat klitorisnya dan memainkan ujung lidahku di sana. Cerita Dewasa Di Bus Aku Terangsang Berat Lalu aq menelusupkan jari tengahku di liang vaginanya, ia tersentak sebetar lantas menggoyang-goyangkan pinggulnya pelan. “Mmpphhh.. ooogghhhh.. cepat Mas masukin aq..” pinta Rika. “Iyaaa Sayang..” kataku, lantas mengambil sikap untuk siap-siap menyetubuhinya. Tiba-tiba lehernya, sementara mulutku menelan kedua payudaranya. Dan di bawah perut ada .. “Zlebbhhh..” batang penisku masuk setengahnya. “Aaakkhhhh..” Rika mendongak. Dan satu hentakan lagi batang penisku memasuki dan menyumpal lubang vaginanya. “Aaakkhh.. Aaakkhh.. Aaakkhh.. sedot teruss Masshh.. bikin aq puas malam inii..” ceracau Rika tak beraturan. “Oookkhhh.. Oookkhhh.. mmpphh..” Rika mengguman merasakan tubuhnya hangat dan sela selangkangannya amat nikmat. Aq mulai menggejot perlahan dan seirama gerakan batang kemaluanku Rika mengimbangi dgn goyangan pinggulnya. Lima menit berlalu samapailah Rika pada puncak yg diinginkannya. Rika histeris memanggil-manggil namaku disela-sela desah nafasnya. Aq pun tak ingin menyia-nyiakan waktu itu dan kugenjot lebih keras lagi dan Rika semakin tak beraturan mengatur posisi orgasmenya. Cerita Dewasa Di Bus Aku Terangsang Berat “Rikaa.. aq mau.. di dlm att.. tau..” tanyaku pada Rika. “Mmpphh.. aaakkhhhh.. ookkkhhh.. ookkkhhh..” Rika semakin dahsyat dan malah mempererat pelukannya. “ookkkhhh..” pekikku tertahan dan kepalaku mendongak mencurahkan birahiku di rahimnya. “Aauww.. ookkkhhh.. ookkkhhh.. Maass.. mmpphhhh..” Rika mencengkeram punggungku saat tetes demi tetes maniku menyembur dinding rahimnya. Kurebahkan diriku di samping Rika dan kuraih minuman segar lantas kuberikan pada Rika. Kami pun berpelukan mesra dan saling melepas perasaan rindu masing-masing dan malam beringsut, kami pun mengulangi lagi hingga pagi membangunkan kami berdua. Kuantar ia hingga station bus kota itu untuk menuju rumah kontrakannya di Semarang Barat. Aq sendiri melanjutkan perjalananku ke Surabaya dan aq kini kehilangan kontak denganya.,,,,,,,,,,,,,
Hari sudah sore ketika aku tiba di terminal Lebak Bulus. Hari itu hari terakhirku menjadi bujangan. 4 hari lagi, aku akan menikahi Mei, kekasihku selama 6 tahun. Hari ini aku pulang ke Jogja, ke tempat kelahiranku untuk bertemu dengan sungguh sempurna. Tepat setelah aku lulus dari kuliah, aku mendapatkan kerja yang cukup nyaman di sebuah perusahaan telekomunikasi cukup besar daerah Jakarta Selatan. Tinggal jalan kaki ke Pondok Indah Mall. Mei, calon istriku, kemudian menyusul ke Jakarta dan bekerja di sebuah bank di Bintaro. Perjalanan cinta kami bisa dibilang cukup mulus. Benar-benar sebuah hidup yang sempurna. Aku pun bukan orang yang aneh-aneh. Aku dibesarkan dalam keluarga yang cukup religius dan sangat teratur. Sepanjang sejarah kehidupanku, bisa dihitung berapa kali aku melanggar aturan atau norma. Kenakalanku paling besar hanyalah minum tomi topi miring in case you’re wondering dan sedikit magadon, waktu acara naik gunung di SMA. Tapi itu kadang terasa. Hidup serasa jalan tol, tanpa rintangan, mulus tanpa gejolak, penuh aturan. Kadang aku ingin, sekali-kali memberontak, melanggar aturan. Sekali dalam seumur beranjak di tengah kerumunan calo-calo untuk mencari busku. Sumber Alam. Langgananku selama 2 tahun terakhir.“Mbak, Sumber Alam yang Bisnis belum datang ya?” tanyaku kepada seorang petugas loket. Manis juga. Item manis sih tepatnya.“Dereng mas, jogja ya? Mangke setengah jam malih …,” Lho, kok bahasa jawa?“Nuwun nggih mbak.”Aku duduk menunggu. Asap bus benar-benar menyesakkan. Aku merasakan diriku sesak napas. dari dulu memang aku tidak pernah suka keramaian dan kesesakan Jakarta. Tapi kepepet sih, harus cari upa “cari nasi” di lama kemudian bis itu datang juga. AB 7766 BK. Aku bergegas naik. 14A. dua tempat duduk. Aku sengaja mencari tempat duduk persis di bawah AC. Biar bisa tidur lelap. Aku segera menutup mata. Mengurangi kebisingan akibat lalu lalang orang mencari tempat duduk.“Mas, mas, maaf …,” ada suara merdu rupanya. Aku membuka mataku.“Maaf, apa boleh tukeran sama suami saya? Suami saya dapat tiket tempat duduk di seberang. Soalnya beli tiketnya baru aja tadi.”Aku melihat ibu yang menyapa tadi. Kemudian melihat suaminya yang tersenyum mengangguk kepadaku di seberang kursi kami, menggendong anak yang kira-kira berusia 5 tahun.“Aduh, bu, maaf, bukannya saya tidak mau, cuman memang saya sengaja memilih tempat di bawah AC ini bu. Maaf ya,” jawabku agak keberatan. Bukannya apa-apa, tapi aku paling tidak suka diganggu dengan masalah orang yang telat membeli tiket seperti pasangan itu cemberut. “Ya sudahlah pa, kita ngalah aja. Aku duduk di sampingnya mas ini aja.”Whatever. aku kembali menutup ini sesungguhnya bakal menyenangkan, kalau tidak harus mendengar rengekan anak 5 tahun yang sepertinya tidak pernah diam itu. Belum lagi suara ibu-ibu di sebelahku ini, yang ya ampun, cerewetnya. Aku jengkel mulai turun. Airnya menetes membentuk alur di kaca jendelaku. Masih terjebak di Cawang. Cikampek tidak macet. Kendaraan mulai menderu, bertambah cepat. Kulihat tebaran warna hijau ditimpali air hujan yang begitu deras di sebelah kiri jalan tol. Suara air hujan menderu keras sekali di atas atap. Orang-orang sudah mulai menampakkan kantuk, dan sepertinya suasana menjadi begitu sepi. Uh, begitu romantis. Kalau saja Mei di sampingku, pasti kepalanya sudah bersandar di bahuku, dan tangannya memeluk lenganku. Kalau saja ….Aku memandang ke samping. Ibu itu kini sedang sibuk memberikan makan kepada anaknya. Si bapak sedang sibuk dengan PDAnya. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru saja mempunyai anak. Tampaknya keluarga berada. Tapi ngapain naik bis ya? Ah, peduli kembali menutup mataku. Hari berangsur gelap.“Pengumuman, bapak ibu. Mohon maaf bahwa ada kerusakan teknis yang menyebabkan lampu tidur tidak dapat menyala,” kata kenek bus itu mengagetkan aku.“huuuuu,” para penumpang menyahut serentak. Sip. aku paling tidak suka lampu tidur yang remang remang. Aku paling suka gelap. Tidurku pasti nyenyak malam ini. Perjalanan yang panjang menuju Yogyakarta.————Aku melirik jamku. Jam 9 malam. Semua orang tampaknya sudah terlelap. Tidak terkecuali ibu dan anak di sampingku. Bus tadi baru saja berhenti di tempat makan. Orang-orang makan malam dan ke belakang. Pasti mereka kekenyangan, dan acara yang paling menyenangkan setelah makan adalah tidur. Hujan masih turun, rintik-rintik. Aku melanjutkan berapa lama aku terlelap, aku merasakan kaki anak di sebelahku menyentuh kakiku. Sialan. Itu berarti sepatu anak itu kena celanaku. Aku menggeser-geserkan kakiku agar kaki anak itu tidak menekan celanaku. Tentu saja dengan mata terpejam. Tidak disangka, kaki itu balas menggesek. Eee, kurang ajar. Aku segera membuka mataku untuk menegur orang tuanya. Aku itu bukan kaki anak kecil. Itu kaki orang dewasa. Kaki ibu itu. Si anak ternyata sudah tidak ada di pangkuan dia. Kemungkinan ada di pangkuan si bapak. Aku segera menutup mataku, pura-pura tidur. Perasaanku mengatakan ada sesuatu yang lain yang akan terjadi. Aku kembali menggesekkan kakiku, menunggu responsnya. Dan ibu itu balas menggesek. Aku sedikit membuka mataku. Kilatan cahaya dari luar bus memberikan sedikit penglihatan mengenai ibu di sampingku. Matanya juga terpejam ibu itu menggeser sedikit tubuhnya. Ya, kearahku. Kami berdua menjadi duduk berdempetan. Sisi samping kananku menempel pada bagian kiri tubuhnya. Harum rambut dan parfumnya mulai merasuki hidungku. Aku mulai mencoba untuk lebih berani. Tubuhku aku condongkan sedikit ke depan, dan kemudian aku bergeser ke arahnya. Sehingga posisi saat itu, lenganku tepat di depan dadanya. Tubuh itu diam saja. Lenganku kemudian ku tekan sedikit ke belakang, sehingga aku bisa merasakan sesuatu yang begitu empuk. Ya, payudaranya. Payudaranya besar. Aku bisa merasakan volumenya ketika lenganku menggeseknya. Dan sangat empuk. Sikuku kemudian membuat gerakan melingkar di dadanya. Pelan sekali, sikuku bergerak. Aku tidak mau membuat ia berpikir macam-macam dan kemudian itu diam saja. Kulirik matanya. masih terpejam. Tapi aku mendengar dia menghela napas. Jadi ia terangsang. Aku? sangat terangsang. Aku merasakan dadaku berdentum-dentum. Kepalaku berputar-putar karena aliran darah yang sangat cepat ke otakku. Aku bisa mendengar degup jantungku di telingaku sendiri. Aku akan melakukan dosa. 4 hari sebelum pernikahanku. Sepanjang sejarah hidupku. Tapi perasaan itu, nafsu itu, benar-benar membuat aku tidak tahan …..lenganku terdiam sebentar dari kegiatan menggesek dadanya. Yang lebih mengejutkan lagi, tangan ibu itu mulai mengelus pahaku. ya, pahaku yang dibalut celana panjang kain warna coklat. Tangannya sangat perlahan mengelus kakiku dari mulai pangkal paha sampai atas lutut. Aku gemetar. Sangat gemetar. Aku tidak tahan ……Sekarang posisiku berubah. Aku membuka tas dan mengambil sweater. Aku sudah memakai jaket tentu saja, karena aku tidur di bawah AC. tapi sweater tadi untuk maksud lain. Sweater tadi kemudian aku tutupkan di atas dadaku, dan kemudian tanganku kulipat. Apabila dililhat dari jauh, seperti orang yang tangannya kedinginan karena AC. Tapi bukan itu alasannya. Aku beringsut lagi mendekati tubuhnya. Tangan ibu itu masih mengelus pahaku. Kami berpandangan sebentar. Lucunya, setelah itu kami berdua kembali bersender pada tempat duduk kami dengan mata terpejam. Tanganku mulai beraksi. Tangan kiriku yang tadi dilipat mulai bergerak ke arah dadanya. Sangat pelan. Tangan itu mulai menyusuri bukit indah yang tertutup kain, mulai dari tepi. Aku sangat menghayati momen itu. Pelan-pelan kuelus bukit indah itu, dari tepi ke kanan. Sedikit ku remas, tapi tidak banyak. Aku tidak mau menyakiti bukit indah itu. Sungguh, ibu itu mempunyai dada yang sempurna. Besar, dan sangat kenyal. Aku merasakan bahwa dia memakai BH yang berenda. Aku membayangkan bentuknya. Mungkin warnanya hitam. Atau merah. Dan rendanya sedikit tembus pandang. Mungkin cupnya cuma setengah. Mungkin cupnya tidak bisa menahan volume payudara sebesar itu. Oooh, aku semakin itu mengenakan baju jeans terusan dengan bawahan rok dengan kancing dari dada sampai di lutut. Kain jeansnya untungnya kain yang lemas, sehingga aku bisa merasakan tekstur renda BHnya. Sangat merangsang. Aku melirik sedikit ke arah dia. Dia masih terus mengelus pahaku. Aku tidak sabar. Tangan kananku yang nganggur kemudian memimpin tangannya ke penisku yang sudah tegang. Aha, dia mengerti. Kemudian dia berlanjut mengelus kontur penisku dengan jari telunjuk dan jempolnya yang tercetak jelas di dalam celanaku. OOoh, mantab.“Besar …..,” desisnya. Matanya tetap terpejam. Mataku melanjutkan kenakalanku. Kali ini, dua kancing tepat di depan dada besar itu aku buka. Dengan susah payah. Pernah membayangkan membuka kancing-kancing besar pada kain jeans? Yup, susah sekali. Akhirnya dia turun tangan. Tangannya kanannya membantuku kemudian masuk pelahan ke dalam bajunya, untuk merasakan keindahan payudara di baliknya. Bayanganku memang menjadi kenyataan. BH setengah cukup yang terlalu kecil, dengan renda yang sangat merangsang. Aku suka sekali renda, terutama apabila renda itu ada di tempat yang tepat. BH dan celana dalam. Aku kembali mengelus dadanya. SEkarang aku sedikit meremasnya. Sensasinya benar-benar luar biasa. Dia mendesis. Kepalaku berdentum-dentum. Jantungku berdebar sangat keras.“Buka,” bisikku lirih. Mungkin tidak terdengar. Tapi aku tidak mau mengambil resiko terdengar. Apalagi oleh suaminya yang hanya duduk 50 cm di seberangnya. Ternyata dia mendengar. Dia berhenti mengelus penisku, membungkukkan sedikit badannya, dan kemudian berusaha melepas kait BHnya di belakang. Agak lama dia membukanya. Selagi dia membuka BHnya, pelahan aku menarik ritsleting celanaku ke bawah. Pelaaan sekali. Setelah itu, aku memelorotkan celana dalamku. Tidak melorot sih sebenarnya. Cuman mengaitkan kolornya ke bagian bawah penisku. Tidak nyaman memang. Tapi sekarang penisku bisa bebas mengacung menunjuk langit. Menanti kait BHnya sudah lepas. Tangan dia sepertinya cerdas, kembali mencari sasarannya yang tadi lepas. Dan dia tidak kaget, kali ini penisku sudah tegak menjulang, keluar dari celana. Kemudian dia seperti terkejut dan kemudian menarik tangannya dan kemudian melipatnya di depan dada. Pura-pura tidur, sambil menutupi dua kancing dadanya yang sudah terbuka ada orang mau ke toilet. dia berjalan melangkah dari depan. Untung aku ada sweater yang bisa menutupi si “burung” nakal. Aah, seorang wanita. Bakalan lama nih. Jantungku berdegup sekali orang itu di toilet. Aku mulai tidak sabar. Penisku sudah mulai menyusut. ya iyalah, baru juga pemanasan. Kepotong deh. ….Akhirnya wanita itu lewat juga di di samping kami. Uuuh, lega. Tangan ibu itu mulai duluan, menyusup di bawah sweater, mencari “adikku” yang mulai tegang lagi. hmmm. Tangannya sungguh mulus, dan sentuhannya, benar-benar nikmat. Dia tahu betul cara merangsang penis dengan sentuhan. Sentuhan itu ringan, seperti melayang. Dia tidak meremas, atau menggosok terlalu keras. semuanya serba ringan dan melayang. Dan itu membuatku juga tidak mau kalah, seperti mempunyai mata sendiri yang bergerak mencari sasarannya. Si bukit kembar yang kenyal. Dan tangan itu menemukan sasarannya. Dada itu benar-benar lembut. Mulus tak bercela. Aku meresapi setiap jengkal usapan tanganku di dadanya. Meremas pangkal dadanya. Memilin putingnya. Putingnya. Putingnya runcing, ukurannya luar biasa, sepanjang buku jari telunjukku. Dan keras. Sangat keras. Sperti penis kecil. Aku memilinnya. lagi. Dan dia mendesis.“jangan keras-keras,” bisiknya sangat lirih. AKu mengerti. Aku meremas, memilin, mengelus tanpa henti. Benar-benar tetap ada yang kurang. Kami berdua tidak terpuaskan. Penisku tetap tegang luar biasa. Dan rasanya mulai sakit sekarang. berdenyut-denyut ga karuan. Tangannya masih tetap mengelus penisku, tapi sungguh, tangan itu tidak mampu membuat aku nikmat terus-menerus. Dia mengerti hal itu.“Ke bawah ….,” bisiknya sambil mengarahkan tanganku yang tadi ada di dadanya ke arah bawah. Aku langsung tanggap. Tanganku berubah posisi, mengelus pahanya yang tertutup kain jeans. Tidak berasa memang. Tapi dari gerakan tubuhnya aku tahu, dia sangat terangsang. Dia berulangkali menggerakkan tubuhnya, seolah menikmati betul elusan tanganku di pahanya. Pelan-pelan aku naik sedikit ke atas, tepat di gundukan di bawah pusar itu. Dia menahan tanganku.“Jangan … ”Aku nekat.“Jangan …” Ok. Aku turuti. Aku kembali mengelus pahanya. Kali ini tanganku lebih berani. Kupegang ujung roknya dan kunaikkan sedikit ke atas. Dia tidak menolak. Aku kembali mengelus pahanya. Hhhm, sungguh mulus. Benar-benar mulus. Aku merasakan bulu-bulu halus di telapak tanganku. Dia terengah-engah. Tangannya sejak dari tadi berhenti mengelus penisku. Tak apa. lebih baik begitu daripada menyiksa “adikku” yang sudah tegang luar tiba-tiba menghentikan elusanku dan menarik tanganku. Kemudian memandang ke arah dia. Matanya bertanya. Menanyakan mengapa aku menghentikan itu.“Aku mau itu,” bisikku mendekat di telinganya, sambil menunjuk ke arah gundukan tempat vaginanya menggeleng. Aku kemudian berpura-pura tidur. Memejamkan sekali. Mungkin 5 menit, mungkin kurang dari itu. Tangannya menarik tanganku dan mengarahkannya ke tempat yang aku inginkan. Hehehehe, aku menang. Dia tidak tahan. Tanganku sudah berada tepat di atas gundukan itu. Dia membuka kancing bajunya tepat di area itu. Tanganku bergerak mencari celana dalamnya. ini sutra. Atau Satin? aku tidak peduli. bahan kain celana dalamnya halus sekali. aku merabanya. memastikan. Terus ke bawah, dan kutemukan apa yang kucari. Sesuatu itu sudah basah. Pasti basah, karena aku merasakannya dengan tanganku. Tanganku berhenti di situ. Merasakan bentuknya. Sedikit bergelombang. Aku merasakan lipatan vertikal. Bulu-bulu halus di sekitarnya. Cukup tebal. dan sangat basah. Aku tersenyum kembali. Penuh kemenangan. Jari tengahku kemudian mengelus lipatan basah itu. Pelan, tapi sedikit menekan. Dia mendesis. Oh tidak. Dia melenguh. Tetap memejamkan makin berani. Celana itu aku pegang elastisnya. dan aku turunkan ke bawah. Dia memegang tanganku. Aku tetap berkeras. Dia jari tengahku mencari tempat tadi. Jari itu mencari sumber kenikmatan seorang wanita. Sebuah penis kecil yang sudah amat basah. Aku menggoyangnya pelan dengan jariku. Kemudian mengelusnya. Kemudian menekannya. Tubuhnya kembali mengelusnya. Pelan dan sedikit menekan. Pelan dan sedikit menekan. Tempat itu terasa lebih basah daripada sebelumnya. Jariku masuk lebih ke dalam. Merasakan lipatan lain di dalam yang sangat basah. Benar-benar basah. Rongga itu seperti tidak berujung. Kemudian jariku kugerakkan. ke dalam dan ke luar. aku merasakan jariku seperti tersedot ke dalam. Ada sesuatu yang mencengkeram. Dan rasa itu kembali membuatku terangsang. Aku terus menggerakkan jariku. Semakin cepat. Tiba-tiba jariku seperti ditumpahi cairan hangat. kental. Dia terengah-engah. Tubuhnya menegang. Kali ini cukup lama. Aku terus menggerakkan jariku. Dia kemudian menahan tanganku. Aku menurut. Aku terpejam. Seperti menghayati sesuatu. Mungkin orgasme. Dadanya naik turun, terengah-engah seperti habis lari kencang. Kancing masih terbuka.“Apa kau ..?”“Ya … . Luar biasa …,” bisiknya, memandang kepadaku. Oooh, senyumnya manis sekali. Matanya yang bulat besar memantulkan kilatan cahaya neon di luar memandang ke bawah tubuhku.“Kasihan ya,…” senyumnya menunjuk ke “adikku”. Ya iyalah. “adikku” tidur nyenyak sementara dia sendiri terpuaskan. Paling tidak dengan jariku.“ga papa …” Anda sedang membaca artikel tentang Pengalamanku diatas Bus dan anda bisa menemukan artikel Pengalamanku diatas Bus ini dengan url anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Pengalamanku diatas Bus ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Pengalamanku diatas Bus sumbernya.
The best list of Top 21+ Night Bus Traveling Sex Stories added for who looking erotic story in weekend rush bus sex Stories Hi friends this is Ajmal. 22 years old studying in Ernakulam, Kerala. I stay in a hostel. This is the story about my first sexual adventure that happened a few months back. I go home almost every weekend by train. But that day I learned that my usual train was canceled. I was disappointed but I decided to go home anyway and take the bus. I got to the bus station a bit early and got in and sat in a window seat. It was a KSRTC bus to Thrissur. The bus was almost full and about to start. I was sitting alone and no one was beside me. All of a sudden, this girl entered the bus. She was of my age, fair complexion, tall and a lovely figure. She was wearing a sleeveless dress and you could see she had some well-shaped tits that stuck to her tight clothing. She looked around and noticed all the ladies seats were full. At this moment, I was hoping that she’d make her mind up to sit beside me. I was sitting just behind the ladies seat. I stared through the window but I was only thinking about her. Now you all would’ve guessed what happened next. She came over and asked me if I was expecting anyone. I said no and she sat beside me. I think it’s due to the fact that I was nearer to the front or all the other empty seats were beside old men. I was feeling joyful anyway. She also took the ticket from Kochi to Thrissur. So I got a subject to start the conversation. She said her name was Anjana name changed. I asked what she was studying, where she stayed, where’s her home in Thrissur, about her family, stuff like that. We chatted about casual stuff for some minutes. She was very friendly and talkative. I started liking her more and more. Then it began to rain heavily and we had to close the windows. It was dark inside and the bus started to become more and more crowded. Then she started leaning forward and rested her head on the front seat. I asked her if she was okay and she replied she got a headache. I offered her my tiger balm. She took it and applied and continued to rest with her head down. After 5 minutes she got her head up and started sleeping with her head to the back of our seat. I don’t know if she was sleeping or trying to sleep. But her eyes were shut. I had started to listen to music the moment her headache started, thinking to let her rest. After some time, she began to lean toward me resting her head on my shoulders. It was unintentional. She immediately woke up and got her head back to the seat. It happened 3-4 times. I told her she can keep her head on my shoulders and I don’t mind. She said thanks and dozed off. I had no bad intentions and was just happy I could travel with a hot girl. Almost 20 minutes later, she got up to looked at her watch. I asked her how was she feeling. She told she’s feeling much better. I was happy and she continued to put her head on my shoulders. I noticed she was sitting much closer than before and her right arm was touching my left arm. I started to feel aroused and removed my headphones. I thought she was interested in making a move but maybe she’s scared to. I slowly held her hand and started caressing her fingers. She didn’t object and she started to tighten her grip. We were holding and rubbing each other’s arms like lovers. My dick was semi-erect by this. I slowly let go of her arms and placed it on her thighs. Her eyes were still closed but I could see she was enjoying it. I started to rub her thighs above her leggings and moved my hands to feel her pussy between them. She shivered a bit and her chin went up for a second. Oh my god, what a feeling it was. I felt its juiciness. I started to rub it from outside and she was moaning softly. She opened her eyes and I could see the lust in them. It was the first time I saw someone that way. She started removing my button and unzipping my jeans. She got to my underwear and grabbed my dick from the outside with her hand. My 6 inches was crying to get out and she whispered in my ears how long and thick it was. My dick hadn’t been that hard my entire life. I was in heaven just by her touch. She got it out and started massaging it. She said how much she loved circumcised dicks. Then I guided my hand to the bottom of her top and got it inside her top. I squeezed her boobs for a very long time. It was bigger than I thought it was. She was biting her lips and seeing it made my moves quicker. Her nipples were so erect. I can still feel it like it was yesterday. I stopped and took my arms into her panties to rub her pussy. It was already wet and clean shaved. She was moving in her seat. I asked her to control as excess movement may attract attention although the bus was crowded. She started to stroke my dick meanwhile enjoying my pussy massage. I wanted to lick her pussy so bad. But there was no way I could’ve done that on that bus. We both cummed in our clothes and wiped it with tissues she had. She took some of my cum in her hands and licked it. We closed our dresses but continued to enjoy each other’s body until our journey completed. It was the best journey of my life.
Bis malam nikmatNamaku Tommy ini ceritaku yg lain asli 100% no rekayasa spt itu aku ambil kuliah di Jakarta dan aku tinggal di daerah di Jawa diriku adalah remaja yang idealis, cool tentunya jg cukup 17 waktu itu aku hendak pulang kekampung halamanku naik bus malam di daerah pulo gadung seingat aku sekitar pukul 2 siang aku di daerah pulo gadung naik ojek. Sesampainya di sana aku langsung mencari cari loket bus malam yg aku hendak tumpangi…Setelah menemukan dan memberikan tiket nya aku naik ke bus terebut.. memang naik bus akan jauh lebih lama.. tapi jaman itu bus jauh lebih murah dan aku. bisa langsung turun ke gang di dekat aku sudah naik dan menempati bangku kedua dari depan aku duduki bangku kedua deket cendela… Nah aku duduk memang disebelah ku masih kosong..Ga berapa lama ada beberapa wanita cantik yg naik.. aku berharap.. dia duduk disampingku tetapi… Ternyata dia hanya melewatiku dan sempat sedikit tersenyum mungkin dia berfikir sama dengankuHabis itu lama lama bus mulai penuh mungkin hanya tinggal bangku ditmptku yg kosong. Bus ini bus eksekutive jadi duduknya cm berdua dan cukup nyaman bangku depan dan belakang lebar sehingga kita bisa tidurkan… Seingatku harga tiketnya sekitar 54 tak berapa lama aku berharap untuk dapat diisi bangkuku dengan cewek cantik hampir terwujud… Karena disamping kaca aku liat 4 org sedang menuju ke bus. Dua cwk muda mgkn seumur dengan aku… wah yang mana nih yang naik kataku dua org lainnya cowok.. dan seorang lagi mama mereka.. wah kataku ini mungkin bisa satu keluarga..Wah siapa ya moga moga salah satu dari cwk itu.. tp tiba tiba.. yang naik malah mamanya pembaca.. busetttt.. hancur deh.. impianku.. ini sih seumuran mami ku kataku.. mgkn sktr 45 th lah. Kemudian mereka dibekakang salah satu dr mereka mengantarkan mama mereka ke atas bus. Aku tidak begitu tersebut kemudian duduk dismpingku… Terlihat raut muka anaknya senang dan sejurus kemudian tersenyum ke aku dan mengatakan ko.. titip mama ya. Aku melihatnya dan sedikit tersenyum kaku. Mengiakan… Tau deh itu cool bener gayanya kmudian bus malam tersebut mulai jalan meninggalkan terminal…Aku diam kemudian tante disebelahku membuka pembicaraan.. Nyo km pulang ya kuliah dimana?Aku jawab di.. univ.. terkenal di Jakarta… kemudian tante tersebut menjawab oo sama dong.. itu tadi anak tante kuliah ditmpt yg sempet kesel jg sih krn harusnua anaknya kek yg menemani aku hehe.. buyar mimpinya… tp ya sudah aku ladenin tante ini sambil menayakan namanya.. sambil berjabt tangan tante ini memberitaukan namanya tante ini kaya siapa ya yg jelas bukan spt artis ya badanya spt tante tante tp aku liat belahan toketnya cukup besar krn dia memakai kemeja dan bagian atasnya tidk ditutup sore menjelang dan hawa dingin mulai merasuk.. lampu dimatikan .. 10 menit kemudian tante menyarungkan selimut ke bagian depan ku dan membisikan nyo dipake biar ga dingin sambil menegok aku diem aja sambil cool mengatakan terima kasih berapa lama karena guncanganbus tanganku beradu dengan tante.. tanganya di bgian bawah tgnku diatasnya sm sm terkaget tp ktita serasa biasa aja tp.. ternyata tante mengelus elus tanganku… akupun bingung.. yg dari tadi diam jd berpikir yg aneh aneh… Kemudian tante mengerakan tangganku ke arah perutnya smbl tetap mengosok bagian tanganku sebelah kanan…Aku pun merasakan teteknya agak menganjal tp yg lebih parah aku merasakan hangatnya telapaku karena tepat di atas celananya.. buset aku terus terang blm pernah seumur umur beginian sm cwk stw…Menit menit serasa makin lambat spt slow motion aku kemudian mengelus elus bagian luar celana tante silvia. Hangat tante berkisut ke arah tanganku smb ttp mengelusnya dengan lembut..Aku meneruskan aktivitasku dengan mencoba membuka reselting celana bahanya.. pelan pelan takut bunyi… Dikit dikit.. kuliat tante sedikit menahan tl nga jadi dia biarkan tanganku bergrlia di selakangannya… dan akirnya pengait atasnya aku bisa lepaskan sambil mataku menghadap keluar cendela seakan aku ngga melakukan adegan ini..Kemudian aku masuk menyusup ke bagian atas jrengggggg… Aku pelan pelan masuk lebih dalam mencari cari belahannya. tp ga ketemu mgkn krn bln pengalaman ya.. yg ada kurasakan jembutnya yg banyak dan akirnya tante agak memelorotkan badannya dan akirnua kutemukan belahanya aku lgs kobel kobel pdhl itu pengalaman pertama ngobel beginian…aku gesek bagian klit ataasnya smbl tante menahaan dengan keras tanganku yg dr tadi dielusnya… Terussss aku kobel kobel aku masukan dua jariku mengapit klitnya sml aku gesekan.. mgkn sktr 5 menit.. tante makin mencengram dan berusaha mengangkat tanganku dengan keras mgkn dia merasakan sensasi yg nga pernah dia terima di bus…Akirnya dia membiarkanya aku kembali mengesek kali ini aku masukan jari tengahku kelobang mekki tante dan memaju mundurkan aku liat dr samping tante menggigit bagian bawah bibirnya smbl menahan nafas dan merem melek… Akirnya aku rasakan cairannya keluar hangattt kulihat tante mengendurkan cengkramannya kemudian membuka mata.. dan berbisik.. nyo km ngapain tante..? Padahal tante cuma mau ksh kamu selimut takut kamu kedinginan.. smbl tersenyum tante deket kepipiku aku pun menjawab.. enak ga tan?Enakkk.. tp kamu nakal yaaaa… nanti km tante habisin.. kata dia… Kemudian ga berapa lama bus memasuki tmpt peristirahatan makan… Penumpang pada turun.. kemudian aku tanya tan.. abisin apanya…? Kemudian dia mencubit bagian perutkku dan mengelus burungku dr depan dan meninggalkan aku menuruni bus malam ke tmpt makan…
cerita dewasa di bus malam